BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era ekonomi digital sekarang ini, kewirausahaan atau enterpreneuship adalah salah satu kata yang sering kita dengar. Secara sederhana kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan visi, inovasi dan melihat suatu peluang di masa datang. Menurut suparman sumahamijaya kewirausahaan adalah sebuah kemampuan dalam berpikiran secara kreatif dan melakukan inovasi ini merupakan dasar dan juga sumber penggerak sehingga dapat digunakan sebagai tumpuan dalam menghadapi tantangan di depan.
Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak sadar kita menemui masalah lingkungan yang kelihatan oleh mata manusia dan kebanyakan tidak memperhatikan serta meremehkan keberadaan ’’sampah’’ atau sering kita kenal dengan sebutan barang rongsok. Setiap harinya manusia produktif memproduksi sampah jenis barang rongsok dalam skala besar maupun skala kecil. Meskipun barang rongsok dianggap sebagai tumpukan barang yang sudah tidak layak pakai namun keberadaannya dicari semua orang untuk dijadikan sebagai produk daur ulang.
Para pengumpul atau penjual barang rongsok memiliki peran yang sangat penting dalam proses daur ulang barang-barang rongsok. Barang rongsok yang dikumpulkan oleh para pemulung ataupun pengumpul berpengaruh baik bagi keindahan dan kenyamanan di lingkungan sekitarnya dan hendaknya para penjual barang rongsok tersebut konsisten dengan kebersihan tempat yang akan digunakan untuk menempatkan barang rongsok. Selain itu, proses daur ulang yang dilakukan juga berpengaruh dalam penghematan penggunaan sumber daya alam (SDA) karena sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi manusia. Sampah yang bisa diolah juga mampu menghasilkan sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas dan secara langsung masalah lingkungan hidup secara bertahap akan terselesaikan.
Namun saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan keberadaan sampah danbarang rongsok di beberapa tempat yang dekat dengan pemukiman penduduk karena menyebarkan bau di mana-mana sehingga mengganggu kesehatan dan pandangan mata. Meskipun tidak mudah untuk mencari tempat baru untuk menampung barang-barang rongsok tersebut sebaiknya harus diantisipasi terlebih dahulu sehingga tidak mengganggu pencemaran di daerah sekitar pembuangan sampah dan daerah penampungan barang rongsok. Tidak dipungkiri bahwa barang rongsok yang dikumpulkan oleh para pemulung bisa membawa berkah bagi kehidupan dan kesejahteraan hidup mereka. Saat ini banyak para pengumpul dan penjual barang rongsok mengubah sampah menjadi rupiah sehingga para pengumpul dan penjual banyak memperoleh margin dari hasil penjualan barang rongsok kepada distributor besar.
Semua barang yang sudah tidak layak dipakai dalam rumah tanggasering hanya dibuang ataupun dibakar. Namun disisi lain, barang bekas atau biasa disebut dengan rongsokan itu sebenarnya masih bernilai jual yang relatif tinggi dan semua barang bekas itu masih bisa untuk dimanfaatkan. Rongsokan-rongsokan tersebut nantinya akan didaur ulang untuk dibuat benda-benda yang lain. Pemanfaatan rongsokan untuk didaur ulang sangat baik untuk lingkungan, karena dengan memanfaatkan barang-barang tersebut dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaiman profil usaha narasumber?
2. Apa saja prestasi/ kesuksesan yang dicapai narasumber?
3. Apa saja Teknik dan pendekatan kreatif atau Inovasi yang dilakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dalam pembuatan makalah kehirausahaan yang berjudul “Usaha Jual Beli Barang rongsokan” yaitu agar para pembaca dapat mengetahui bagaimana profil usaha barang brongsokan, dapat menetahui apa saja yang sudah dicapai dalam berusaha barang rongsokan, dan bagaimana cara mengatasi dalam menghadapi pandemi Covid-19.
BAB II
ISI
2.1 Profil Usaha Narasumber
usaha jual beli barang bekas (rongsokan) ini telah lama dijalankan oleh bapak tomi. Bapak Tomi Prayogo (29) sudah berkeluarga beliau mempunyai 2 anak. Beliau membuka usaha jual beli barang rongsokan ini pada saat beliau tamat sma, awal usahanya beliau dibantu oleh keluarganya dan sampai sekarangpun beberapa pekerja kerabat beliau. Barang-barang rongsokan yang diperjual belikan berupa kardus, plastik, kertas, botol minuman, dsb. Usaha ini juga memperjual belikan logam, besi tua, alumunium, tembaga, kuningan, motor bekas, mesin bekas, dsb.
Pemilik usaha ini adalah orang yang bertempat tinggal di tebing tinggi beliau merupakan salah satu pembuka usaha jual beli barang bekas (rongsokan) di desa paya lombang kecamata tebing tinggi kab. Serdang bedagai. Beliau memiliki beberapa pekerja dan juga banyak pengepul yang menjual barang bekas yang telah di beli untuk dijual. Beliau juga dibantu oleh sang istri menjalankan usahanya. Usaha beliau terkadang menurun karena naik turunnya harga dollar mempengaruhi usaha beliau.
Langkah awal yang dilakukan bapak tomi adalah bekerjasama dengan pengepul, kemudian pengepul akan menyetor barang-barang tersebut kepada bapak tomi. Kemudian barang bekas yang telah di beli dari pengepul akan di simpan di gudang sampai menjadi banyak dari perolehan sehari harinya. Bapak tomi menyetorkan barang-barangnya tersebut kepada pabrik dan pengepul yang lebih besar lagi. Bapak tomi juga bekerjasama dengan para pengusaha barang bekas yang berada di tebing tinggi.
Lokasi usaha ini juga strategis, yaitu bertempat di jalan besar sehingga masyarakat yang bekerja sebagai pengepul bisa mendapatkan logam-logam atau barang-barang bekas hasil pembelian dari masyarat. Bapak tomi juga mempunyai pekerja yang mencari barang bekas menggunakan mobil pik-up dan mencari barang bekas ke daerah danau toba dan sekitarnya.
Usaha dagang ini sudah terdaftar pada DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN PENANAMAN MODAL KEC TEBING TINGGI pada tahun 2020 ini. Bapak Tomi juga meminjam modal yang cukup besar pada bank. Usaha jual beli barang bekas bapak tomi ini merupakan suatu kelembagaan usaha berskala kecil, yang dipimpin oleh bapak Tomi dan bertempat di JL. BESAR PAYA LOMBANG, dusun xv, Desa paya lombang, Kec. Tebing tinggi.
Gambar1. Para pekerja usaha barang bekas
2.2 Prestasi/ Kesuksesan Yang Dicapai Narasumber
adapun beberapa prestasi yang telah didapatkan oleh bapak Tomi yaitu:
1. Dapat membeli mobil
Sejak menjalankan usaha barang rongsokan ini bapak tomi telah dapat membeli 2 mobil yaitu mobil pik-up dan truk. Dan dengan adanya 2 mobil ini usaha bapak tomi mulai berkembang karena pada saat pencarian barang bekas bisa lebih luar dan tidak hanya mengandalkan para pengepul saja
2. Dapat membeli tanah
Dahulu bapak tomi hanya menyewa tempat untuk menjalankan usahanya namun pada tahun 2019 bapak tomi dapat membeli tanah untuk usahanya dan dapat membangun gudang dan rumah beliau.
3. Dapat memenuhi kebutuhan keluarga
Setelah menjalankan usaha ini bapak tomi jadi dapat memenuhi kebutuhan keluarganya dan dapat membeli barang-barang yang beliau inginkan.
2.3 Teknik dan pendekatan kreatif atau Inovasi yang dilakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19
Adanya pandemi Covid-19 ini membuat usaha bapak tomi ini agak menurun, namun beliau tetap membuka usaha ini dan menerima barang dari para pengepul namun tidak seperti biasanya. Penghasilannya pun juga menurun, terkadang bapak tomi juga menjual barang bekasnya pada para pengusaha barang bekas yang bekerja sama dengan beliau.
Tidak ada teknik dan pendekatan kreatif tertentu dalam menghadapi karena jenis usaha bapak tomi ini juga merupakan usaha memperjual belikan barang. Beliau berharap segera cepat berlalu pandemi ini agar usahanya dapat berjalan seperti biasanya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Usah barang bekas ini sangat berpotensi mendapatkan keutungan yang banyak. Dan dengan adanya usaha ini dapat mengurangi sampah dilingkungan karena banyak dari beberapa barang bekas yang dapat di buat kerajinan.
2. usaha jual beli barang bekas (rongsokan) berupa kardus, plastik, kertas, botol minuman, dsb. Usaha ini juga memperjual belikan logam, besi tua, alumunium, tembaga, kuningan, motor bekas, mesin bekas, dsb.
3. Dengan menjalankan usaha ini bapak tomi telah mendapatkan prestasi yang membanggakan keluarganya. Dan dapat mempekerjakan beberapa orang dari masyarakat sekitar.
3.2 Saran
Cobalah membuka suatu usaha karena dengan membuka usaha kita dapat mengurangi pengangguran yang ada di indonesia, apalagi usaha kita ini besar kita dapat membuat negeri kita ini maju. Terutama mahasiswa, banyak sekali bibit unggul namun mereka tidak dapat mengembangkan diri mereka. Cobalah karena dengan mencoba kita dapat mengetahui sebatas mana kemampuan kita, jangan mengeluh ketika kita gagal namun kita harus bangkit karena orang sukses itu tidak ada yang instan. Dan jangan hanya mengandalkan orang yang membuka lapangan kerja, namun kita harus menerapkan prinsip kita harus dapat membuka lapangan kerja. Semoga kita masyarakat indonesia dapat memajukan bangsa kita.
DAFTAR PUSTAKA
Yulita R. 2008. “Distribusi Pemasaran Barang Rongsokan”. Fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.
Salamadian. 2018. Pengertian kewirausahaan.
https://salamadin.com/pengertian-kewirausahaan-entrepreneurship/ diakses 09:17 5 juni 2020
Lampiran




Mantep mba
BalasHapusSangat mengispirasi usahanya
BalasHapusMantap tari
BalasHapusHehehe semoga usaha nya bangkit ya tar
BalasHapusWahhhh bagus sekali sangat bermanfaat kk
BalasHapusInovatif dalam mengembangkan barang bekas , naice
BalasHapusBagus dan bermanfaat sekali 👍
BalasHapusMenginspirasi untuk memanfaatkan barang bekas di rumah
BalasHapuswah, bisa jadi inspirasi ini
BalasHapusBagus tuh
BalasHapusGood luck
BalasHapushehey not bad
BalasHapusSungguh terlalu
BalasHapusMantap kak
BalasHapusBagus, sangat membantu untuk dapat memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai lagi
BalasHapus